Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS
BELAJAR MENULIS
PGRI
Gelombang : 27
Hari, tanggal : Senin,
24 Oktober 2022
Narasumber : Dr.
Imron Rosidi, M.Pd.
Moderator : Muliadi
Tema : Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum
warrahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah perjalanan kelas belajar menulis sudah hampir mendekati
garis finish. Di tengah letih dan lelah yang melanda, semua peserta tetap
berusaha untuk berjuang menuntaskan kegiatan pelatihan menulis. Terlebih lagi,
materi hari ini sangat menarik, terutama bagi para PNS (pegawai negeri sipil),
yaitu Poin Buku pada Kenaikan Pangkat. Tentunya kenaikan pangkat menjadi
sesuatu hal yang sangat penting bagi para PNS.
Narasumber pada pertemuan kali ini adalah Bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd.
Beliau adalah seorang kepala sekolah SMA, yaitu SMAN 1 Bangil yang terletak di
daerah Pasuruan, Jawa Timur. Beliau juga
seorang penulis yang handal. Hal ini terbukti dengan berbagai prestasi yang
berhasil diraihnya. Bahkan berkat ketekunannya, beliau juga berhasil meraih
gelar doktor dan terbang ke Amerika.
Artikel tentang Pak Imron dapat disimak di tautan berikut https://radarbromo.jawapos.com/features/04/12/2021/imron-rosidi-kepala-sman-1-bangil-yang-produktif-menulis-buku/
Mengawali materinya, Pak Imron mengingatkan peserta bahwa “Jangan lupa
menulis itu jangan sekadar bertujuan untuk mendapatkan royalti. “ Beliau
bercerita, dengan menulis beliau bisa meraih prestasi di tingkat provinsi,
nasional, bahkan internasional. Beliau juga bisa jalan-jalan ke tujuh negara
bagian di Amerika dan juga ke Australia.
Selain itu, dengan
menulis bapak Imron Rosidi bisa sampai ke jabatan guru utama madya atau Golongan
IV d meskipun beliau mengawali karir dari golongan II C. Itu karena menulis. Sebuah
prestasi yang patut kita contoh. Apalagi untuk PNS atau ASN lain, pengembangan
diri, dalam hal ini yaitu dengan cara menulis, tentu sangat penting untuk
digunakan sebagai jembatan menuju kenaikan pangkat.
Saat ini kenaikan pangkat
tidak hanya untuk PNS, tetapi mungkin juga ke depan berlaku untuk guru PPPK. Karena
saat ini regulasinya juga masih digodok. Saat mengisi materi menulis kali ini,
Pak Imron baru tiba dari Jakarta. Beliau baru pulang dari Makasar untuk menilai
kenaikan pangkat guru dari Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
Menurut Pak Imron,
pada umumnya, kegagalan guru meraih guru utama dikarenakan guru tidak bisa
menulis dan meneliti. Ibaratnya, guru hanya menyerahkan ke penjahit lalu
membayar. Dalam kenyataannya, penjahit hanya membuat seadanya sehingga banyak
yang gagal.
Biasanya penjahit
hanya mengajukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Padahal ada 10 jenis PI
(Publikasi Ilmiah) dan 4 jenis KI (Karya Inovatif). Pangkat/golongan seorang
guru berbanding lurus dengan kemampuan menulis dan menelitinya.
BUKU UNTUK KENAIKAN
PANGKAT
1. PUBLIKASI
ILMIAH
Buku Hasil Penelitian
Buku Pelajaran
Buku Pengayaan
Buku Pedoman Guru
2. KARYA
INOVATIF
Buku Kumpulan Puisi
Buku Kumpulan Cerpen
Buku Novel
3. BUKU
PUBLIKASI ILMIAH
4. BUKU HASIL
PENELITIAN
Mengubah laporan penelitian dalam bentuk buku
5.BUKU PELAJARAN
Ber-ISBN Lengkap
6.BUKU PENGAYAAN
Modul/Diktat
Buku Pendidikan
Karya Terjemahan
7.BUKU PEDOMAN GURU
8.BUKU KARYA
INOVATIF
9.KUMPULAN CERPEN
Cerpen
atau lebih katagori sederhana
Lebih dari 10 cerpen katagori kompleks
10.KUMPULAN PUISI
20
puisi atau lebih kategori sederhana
Lebih dari 40 puisi kategori kompleks
11.NOVEL
Satu novel kategori sederhana
Dua novel kategori kompleks
ANGKA KREDIT BUKU
BUKU HASIL
PENELITIAN
Berupa buku yang diterbitkan
ber-ISBN dan diedarkan secara nasional atau ada pengakuan dari BSNP AK 4
BUKU TEKS PELAJARAN
Buku berisi buku
pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan
bagi peserta didik pada suatu jenjang pendidikan tertentu.
BSNP AK
6 ber-ISBN AK 3 tdk ber-ISBN
AK 1
MODUL DAN DIKTAT
Modul bertujuan
agar siswa dapat belajar sendiri
Diktat bertujuan
mempermudah/memperkaya materi matapelajaran/ bidang studi yang disampaikan
olehguru
Minimal dibuat per
semester
Bisa dibuat per
tahun
Di tingkat provinsi
AK 1,5
Di tingkat
kota/kab. AK 1
Di tingkat sekolah
AK 0,5
BUKU BIDANG
PENDIDIKAN
Buku dalam Bidang
Pendidikan merupakan buku yang berisi pengetahuan terkait dengan bidang
kependidikan.
Buku yang dicetak
dan diterbitkan ber-ISBN AK 3
Buku yang dicetak
dan diterbitkan tetapi belum ber-ISBN AK 1,5
KARYA TERJEMAHAN
Karya terjemahan
adalah tulisan yang dihasilkan dari penerjemahan buku pelajaran atau buku dalam
bidang pendidikan dari bahasa asing atau bahasa daerah ke Bahasa Indonesia atau
sebaliknya dari Bahasa Indonesia ke bahasa asing atau bahasa daerah yang akan
digunakan untuk membantu proses pembelajaran.
Menunjang
Pembelajaran
AK 1
BUKU PEDOMAN GURU
Buku Pedoman Guru
adalah buku tulisan guru yang berisi rencana kerja tahunan guru
Buku pedoman guru
disajikan dalam bentuk makalah, diketik dan dijilid
Hanya boleh 1
setiap pengajuan
AK 1,5
BUKU KARYA INOVATIF
Satu buah buku
novel, naskah drama/film, atau buku cerita bergambar (komik) yang diterbitkan,dan
ber-ISBN.
Buku kumpulan
cerpen minimal 5 cerpen atau buku kumpulan puisi minimal 20 puisi diterbitkan,
dan ber-ISBN.
Satuan kliping
minimal 5 cerpen atau kliping minimal 20 puisi yang dimuat di media masa yang
ber-ISBN.
Dalam sesi tanya
jawab, ada beberapa orang peserta yang mengajukan pertanyaan, di antaranya:
1. Ahmad
Fatchudin dari Bekasi
T : Apakah
menulis buku Bersama juga mendapatkan angka penilaian?
J : Menulis
buku maksimal 4 orang. Kalau buku antologi puisi, asal puisinya minimal 20
puisi
2. Darno dari
Morotai, Maluku Utara
T : Apakah
memiliki blog juga terhitung tambahan angka kredit?
J: Tidak
3. Muliadi (Moderator)
T : Ijin
bertanya pak Haji, berarti antologi puisi, ditulis oleh 30 orang masing-masing
orang menulis 3 puisi, berarti ada 90 puisi. Apakah tetap yang masuk penilaian
hanya maksimal 4 penulis?
J : Tidak.
Minimal 1 orang menulis 20 puisi
4. Ahmad
Fatchudin dari Bekasi
T : Apakah
selain buku ISBN, missal QRBCN mendapatkan penilaian?
J : Tanpa
ISBN pun bisa dinilai. Buku Pendidikan yang ber-ISBN nilai 3 dan tidak ber-ISBN
nilai atau ber-QRBCN bernilai 1. Untuk puisi kalau tidak ber-ISBN bisa minta
pengakuan dewan kesenian setempat.
5. Muliadi
(Moderator)
T : Salah
satu syarat buku yang bernilai angka kredit 4 adalah jika diedarkan secara
nasional, bagaimana mengukur peredaran tersebut?
J : Harus
ber-ISBN. Makanya sekarang syarat mendapatkan ISBN harus lewat penerbit mayor dengan
sistem royalti, bukan sekedar di penerbit indie yang membayar biaya cetak. Dulu
cetak 5 eksemplar sudah dapat ISBN. Kalau lewat penerbit mayor minimal cetak
5.000 eksemplar.
Mengakhiri materinya,
Pak Imron menyampaikan agar bapak ibu guru meningkatkan kemampuan menulis dan
menelitinya. Jangan pernah ada kata menyerah. Terus menulis dan jangan pernah
berhenti.
Demikian resume materi
pada kelas belajar menulis malam ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca, dan semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah kita, berkarya dan mencerdaskan
anak bangsa. Aamiin ya robbal alamiin.
Wassalamualaikum
warrahmatullahi wabarakatuh

Komentar
Posting Komentar