Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku
Belajar Menulis
PGRI
Resume ke: 9
Gelombang : 27
Tanggal : 9 September 2022
Tema : Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku
Narasumber: Dail Ma’ruf, M.Pd.
Moderator: Muliadi
Pramoedya Ananta Toer pernah
berkata, “Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis maka
ia hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Menulis itu bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Bagi sebagian besar orang, menulis
adalah hobi. Ada juga yang menulis karena ingin terkenal, karena ingin punya
buku sendiri, karena ingin mencari uang, dan seterusnya. Semua orang bebas
punya tujuan masing-masing dalam menulis, dan itu tidak ada yang salah.
Pada pertemuan kelas belajar
menulis hari ini rencananya narasumber yang dihadirkan adalah sosok seorang
inspirator, yaitu Prof. Ngainun Naim. Namun, ternyata beliau berhalangan hadir.
Akhirnya, narasumber digantikan oleh seseorang yang tak kalah hebat dan luar biasa, yaitu
Ustadz Dail Ma’ruf atau Ustadz Damar. Seorang guru, penulis handal, editor, dan
juga kurator.
Mengawali materinya, Ustadz Dail
membagikan 16 kiat agar kita punya motivasi menulis. Yang pertama, kita harus
punya tujuan menulis, sehingga kita paham akan hal yang akan kita tulis dan membuat
kita berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut.
Yang kedua, kita harus mengingat kembali
tujuan awal kita menulis itu untuk apa. Semua penulis pasti mempunyai tujuan ketika
menulis. Setiap penulis pasti tujuannya berbeda-beda. Beliau juga menambahkan jika
kita menulis hanya untuk terkenal, itu sudah biasa, tetapi ada yang lebih utama
dari itu, yaitu supaya kita kekal adanya.
Yang ketiga, kita harus mencari
tahu manfaat menulis dan membaca. Menulis dan membaca sangat erat hubungannya,
karena menurut Ustadz Damar, menulis tanpa menjadi seorang pembaca adalah kenekatan
belaka. Menulis tak hanya menuangkan isi hati dan menyampaikan informasi, tetapi
juga memberikan manfaat banyak kepada penulis, sama halnya dengan membaca.
Menulis bisa menjadi wadah untuk mengekspresikan ide-ide, pemikiran dan
imajinasi untuk menginspirasi orang lain. Selain itu, menulis juga bermanfaat
unntuk melatih cara berpikir, meluruskan pandangan, memperkaya wawasan, dan
meningkatkan imajiansi serta kreativitas.
Yang keempat , atur manajemen
waktu menulis. Manajemen waktu yang buruk bisa menjadi salah satu faktor menurunkan
motivasi menulis. Beda orang beda kebiasaan. Ada yang bisa fokus menulis hingga
berjam-jam lamanya, dan ada yang hanya kuat 30 menit sampai satu jam. Itu bukan
masalah, yang penting kita bisa mengatur waktu kita.
Yang kelima, cari dan baca karya
orang lain. Membaca karya penulis lain adalah salah satu cara untuk
meningkatkan motivasi menulis. Membaca karya orang lain yang sukses di pasaran
akan membantu menambah referensi sekaligus rasa ingin mencapai di posisi yang
sama.s
Yang keenam, cari suasana yang
berbeda dalam menulis agar tidak bosan. Cari suasana yang nyaman, dan tidak
membosankan agar motivasi menulis tidak menurun.
Yang ketujuh, gabung dalam komunitas
penulis. Seperti saat ini, bagi yang mengikuti kelas menulis, harus tetap konsisten.
Seperti disampaikan oleh beliau man jadda wa jadda.
Yang kedelapan, carilah wadah
menulis, yaitu media atau tempat untuk menuangkan ide-ide dan imajiansi dalam
bentuk tulisan, misalnya ikut antologi. Kita akan merasakan manfaat menulis
ketika hasil tulisan kita dibaca orang lain daripada hanya tersimpan di laptop
atau komputer pribadi.
Yang kesembilan, perbanyak
bahan-bahan tulisan, karena salah satu penyebab menurunnya motivasi menulis
adalah bahan-bahan tulisan yang tidak lengkap.
Yang kesepuluh, cobalah menantang
diri sendiri. Meningkatkan motivasi menulis dengan mengukur kemampuan kita
sendiri. Kita tidak akan tahu kualitas dan kemampuan kita, jika tulisan kita tidak
dibaca orang lain.
Yang kesebelas, jangan terlalu
mengharapkan pujian.
Yang kedua belas, jangan
terburu-buru menulis.
Yang ketiga belas, berpikirlah
positif mengenai menulis. Pikiran positif bisa menjadi doa baik sekaligus
membentuk atau mendorong semangat menulis. Kita meyakini bahwa tulisan kita
bermanfaat, bagus, dan menginspirasi.
Yang keempat belas, jangan
memaksakan diri. Kita menulis sesuai kemampuan kita, sesuai dengan tema
keilmuan dan pengalaman kita.
Yang kelima belas, jangan
membandingkan diri dengan penulis lain.
Yang keenam belas, perhatikan kesehatan.
Bagi penulis, kesehatan fisik dan mental
harus menjadi perhatian, karena pasti akan berdampak pada pikiran yang kurang fokus
ketika menulis. Tambahan darai Ustadz Damar, ketika kita sudah mulai percaya
diri menulis, maka kita harus jaga motivasi itu.
Demikian materi kelas menulis yang
disampaikan oleh Ustadz Damar. Semoga bermanfaat.


Komentar
Posting Komentar