Teknik Promosi Buku

 

Belajar Menulis PGRI

Resume ke                   : 29

Gelombang                  : 27               

Tanggal                          : 26 Oktober 2022

Tema                              : Teknik Promosi Buku

Narasumber                : Akbar Zainudin

Moderator                   : Purbaniasita K.S, S.Pd.

 

 


" _Jangan pernah ragu meniru penulis lain. Setiap seniman yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, Anda akan menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang Anda tiru". - William Zinsser

Sahabat literasi yang luar biasa.....

Mempromosikan jualan bukan hal yang mudah bila kita tidak pandai dalam strategi, sebab daya saing bisnis tergolong tinggi dan selera konsumen sering berubah-ubah. Untuk itu benar-benar dibutuhkan pemahaman dan strategi yang tepat agar cara promosi yang dilakukan bisa efektif.

Ibarat mempromosikan makanan, maka harus memperhatikan dulu tips manajemen dapur jualan supaya kualitasnya tetap terjaga. Mulai dari kekompakan sampai sarana prasarana yang baik, kemudian meramunya dalam resep cita rasa tinggi. Selanjutnya mengemasnya dalam sajian yang menarik pembeli, terutama tampilan yang menggugah selera. Maka makanan pun bisa laris manis

Pun dengan karya buku kita, banyak trik dan cara untuk mempromosikannya agar banyak peminat dan mau menikmatinya.

Narasumber kelas menulis malam ini adalah  Bapak Akbar Zainudin. Beliau lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada tanggal 7 Februari 1973. Pendidikan dasar dimulai dari MI Muhammadiyah Wangon dan melanjutkan nyantri selama 6 tahun di Pondok Modern Gontor Ponorogo dan lulus tahun 1991. Setelah mengabdi di Gontor selama setahun, beliau melanjutkan program sarjana di UIN Jakarta. Pendidikan Pascasarjana diteruskan di Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya Jakarta dengan mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran.  

Bapak Akbar adalah mentor menulis. Beliau mengadakan pelatihan, konsultasi, dan mentoring menulis untuk berbagai kalangan. Saat ini, sekitar 15 buku solo dan puluhan buku antologi sudah diterbitkan oleh penulis hasil bimbingannya, mayoritasnya adalah para penulis pemula.  

Beliau juga seorang coach dan trainer nasional dalam bidang motivasi, pengembangan SDM, dan kewirausahaan. Bapak Akbar memperoleh sertifikasi “Certified Professional Coach (CPC)” yang dikeluarkan oleh Coaching Indonesia Academy. Berbagai kalangan telah merasakan  dahsyatnya Pelatihan Motivasi Man Jadda Wajada yang beliau kembangkan, mulai dari kalangan pemerintah, swasta, hingga lembaga pendidikan. Bapak Akbar sekarang ini juga mengelola dua perusahaan yang dibangunnya, yaitu Man Jadda Wajada Education yang bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa konsutasi dan pelatihan SDM serta MJWBook, sebuah perusahaan penerbitan.

Bapak Akbar bisa dihubungi melalui HP/WA: 085697035117, email di akbar.zainudin@gmail.com  atau Facebook, Instagram, dan Twitter @akbarzainudin. Berbagai video tentang motivasi, menulis, public speaking, dan dunia pesantren bisa dilihat pada YouTube: Akbar Zainudin.

Sebelum memulai materi, Bapak Akbar menyapa peserta dan juga mengucapkan terima kasih kepada Om Jay dan panitia tim belajar menulis. Bapak Akbar Zainudin adalah penulis buku Man Jadda Wajada. Buku ini adalah buku solo beliau yang pertama. Sebelumnya beliau menulis beberapa buku antologi. Buku solo beliau ini baru cetakan ke-13, tetapi sudah beredar 55.000 eksemplar. Setelah Man Jadda Wajada, beliau menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang.

Hampir semua buku beliau tentang motivasi. Agar kalau orang dengar nama Akbar Zainudin, tidak jauh-jauh dari motivasi. Ada motivasi belajar, motivasi hidup, motivasi kerja, motivasi bisnis, motivasi menulis, dan juga motivasi agama.

Buku beliau tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Buku ini berisi panduan menulis dari A sampai Z. Beliau menyarankan peserta kelas menulis untuk memiliki buku ini, karena ada 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI. Buku ini menjadi materi pembelajaran DIKLAT MENULIS yang beliau adakan selama pandemi ini. Alhamdulillah, sebagai trainer, beliau biasanya keliling ke berbagai tempat di Indonesia untuk menyebarkan semangat Man Jadda Wajada. Selama pandemi, beliau melakukannya secara online.

Beliau mempunyai 4 hobi; mengajar, menulis, jalan-jalan, dan makan. Dari dulu beliau berpikir bagaimana bisa menjalankan 4 hal ini secara bersamaan. Alhamdulillah, sebagai trainer, keempat hal ini bisa beliau lakukan hingga sekarang. Salah satu impian beliau adalah bisa keliling ke 34 Provinsi se-Indonesia. Sampai sekarang beliau sudah keliling ke 33 Provinsi. Kurang 1 provinsi lagi, yaitu Papua.

Buku terlaris beliau yang kedua adalah KETIKA SUKSES BERAWAL DARI PESANTREN. Ini adalah buku motivasi khusus buat santri dan santriwati. Buku ini laris manis karena memang beliau sebarkan bersama pelatihan motivasi untuk para santri dan santriwati seluruh Indonesia.

Buku terbaru beliau adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama. Buku untuk guru adalah GURU HEBAT MAN JADDA WAJADA.

Materi yang beliau sampaikan malam ini tentang Strategi Pemasaran Buku, yang beliau ambil dari buku beliau UKTUB: Panduan Menulis buku dalam 180 hari.

Apa itu promosi buku? Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli.

Mengapa promosi buku itu penting? Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita.

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:

1.       Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita

2.       Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh

3.       Meyakinkan konsumen untuk membeli buku

4.       Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain

TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Ada beberapa promosi yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut.

Pertama, launching buku

Launching buku adalah program untuk meluncurkan buku baru. Hal ini bisa dilakukan di mana saja, bisa di aula, di masjid, Lembaga Pendidikan, atau hotel, dan sebagainya. Program ini bisa dilakukan penulis maupun penerbit, dan bisa dibiayai penulis atau penerbit. Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Saat ini program launching buku semakin mudah dilakukan, yaitu melalui media sosial.

Kedua, bedah buku

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa dilakukan secara online maupun offline. Offline yaitu kita menyelenggarakan kerjasama dengan lembaga, baik itu lembaga pendidikan, majelis taklim, masjid, dan sebagainya. Di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun jumlah peserta yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi di era digital seperti sekarang, tentunya kan lebih mudah. Kita tinggal merekam dan menguploadnya ke media sosial kita agar semakin banyak yang mengenal kita. Yang lebih mudah dilakukan saat ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku lewat media sosial, bisa di facebook, Instagram, wa grup, zoom, dan sebagainya.

Ketiga, seminar atau pelatihan

Lakukan seminar atau workshop sesuai dengan tema buku kita. Pertama tama kita lakukan seminar secara gratis, karena target kita adalah mengenalkan buku kepada peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Seminar bisa online lewat media sosial, atau dilakukan secara offlline, di sekolah misalnya.

Keempat, bangun komunitas

Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang disesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita tentang guru, bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis.Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa, dan seterusnya. Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.

Kelima, membangun jaringan reseller

Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000,00 kita kasih 20-30 persen. Kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjualnya. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku.

Keenam, jual di marketplace

Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. Yang penting keberadaan buku kita itu ada. Itulah pentingnya marketplace. Kalau ada orang yang mencari buku kita, bisa ditemukan.

Ketujuh, manfaatkan media sosial

Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. Dan jangan hanya jualan, lebih banyak sharing baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Sharing apa saja, kalau perlu sesuai kebutuhan mereka, sehingga setiap hari semakin lama ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang untuk membeli buku.

 

Demikian resume malam ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku

Menulis Semudah Ceplok Telor

Menulis Cerita Fiksi itu Mudah