Komitmen Menulis di Blog
Belajar Menulis PGRI
Resume
ke : 8
Gelombang
: 27
Tanggal
: 7 September 2022
Tema
: Komitmen Menulis di
Blog
Narasumber : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si
Moderator : Sim Chung Wei, S.P.
Menulis
di blog, pada mulanya adalah hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.
Mengenal blog pun, juga baru ketika saya mengikuti kelas belajar menulis bersama
PGRI di gelombang 27 ini. Alhamdulillah, sekarang saya mulai familiar dan menulis
di blog, meskipun frekuensinya masih sangat jarang. Entah karena kesibukan dan hal
lain yang membuat saya belum bisa menerapkan menulis setiap hari, seperti saran
Om Jay, pendiri kelas belajar menulis ini.
Seiring
waktu berjalan, dalam setiap pertemuan belajar menulis selalu ditemukan dengan
narasumber narasumber hebat yang senantiasa memacu semangat agar terus konsisten
menulis dan tak putus asa untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi sesama.
Alhamdulillah, bersyukur sekali saya mengenal dan menjadi bagian dari kelas
belajar menulis ini.
Kelas
menulis malam ini menghadirkan narasumber keren, yaitu Bapak Dedi Dwitagama,
M.Si. Sebagai narasumber, bapak
Dedi mempunyai jam terbang yang cukup tinggi. Dan ketika menjawab pertanyaan
peserta dalam kelas menulis kali ini pun beliau menggunakan voice note. Hal
ini bertujuan untuk menghindari peserta yang melakukan copy paste
tulisan dari materi yang disampaikan secara tertulis. Beliau membawakan
tema yang cukup relevan dan aktual, yaitu Komitmen menulis di blog.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
komitmen adalah tindakan untuk melakukan sesuatu. Komitmen bisa dilakukan dengan cara suka rela atau
tanpa unsur paksaan. Demikian pula dengan komitmen untuk menulis di blog,
adalah keterikatan dan niat kita untuk menulis di blog secara kontinyu, tak
hanya sesekali, tetapi berkelanjutan.
Pak Dedi menyampaikan bahwa blog berasal dari
kata web log, yaitu bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan lalu
diunggah pada sebuah halaman web. Hingga saat ini beliau memiliki 10 akun blog.
Terhitung sejak tahun 2005 beliau aktif menulis di blog pribadinya. Hal yang sama
dilakukan oleh Om Jay, yaitu aktif menulis setiap hari.
Komitmen di blog adalah komitmen untuk
menerbitkan kontent di blog dalam jangka waktu yang panjang dan secara rutin;
bisa setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan seterusnya.
Pertanyaannya adalah, apakah kita akan seperti
Om Jay dan narasumber hebat lain yang selalu aktif menulis setiap hari, ataukah
kita menulis ketika hanya muncul ide saja? Silahkan dijawab sesuai hati nurani masing-masing.
Hal yang terpenting dan perlu diingat adalah
usahakan ketika kita membuat tulisan, baik di blog pribadi maupun blog keroyokan,
tulisan kita bisa menambah wawasan pembacanya. Tulisan kita bisa tentang apa saja,
bisa tentang kumpulan resep masakan, ilmu pengetahuan, tips dan trik sederhana
yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan sebagainya.
Di sesi tanya jawab, ada peserta yang bertanya,
bagaimana cara melawan rasa malas menulis, terutama bagi para penulis pemula.
Bapak Dedi menjawab dan menjelaskan bahwa, menulis di blog itu sifatnya
sukarela, misalnya kita sedang sibuk ya jangan dipaksakan. Ketika kita tidak
punya ide, kita harus berusaha mencari dan menemukannya. Ide bisa kita dapatkan
dengan berkunjung ke blog teman, atau melihat situs berita online, baik dari
dalam maupun dari luar negeri, atau kita juga bisa mencari inspirasi dari
tiktok dan kemudian menuliskannya di blog.
Demikian resume kelas menulis hari ini. Semoga
bisa menginspirasi. Selamat mencoba menulis, menulis, dan menulis. Meski masih
tertatih karena belum terlatih, tetaplah menulis, dan menulis, kemudian tunggulah
keajaiban yang terjadi. Salam literasi.

Komentar
Posting Komentar