Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku
Belajar Menulis PGRI
Resume ke: 6
Gelombang : 27
Tanggal : 2 September 2022
Tema : Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku
Narasumber: Rita Wati, S.Kom
Moderator: Arofiah Afifi
Bisa menulis dan menerbitkan buku
sendiri, tentunya merupakan impian dari banyak orang. Tema belajar menulis kali
ini pasti sangat dinanti-nanti. Dengan dimoderatori oleh Ibu Arofiah Afifi,
atau biasa dipanggi Bu Ovi, kelas malam ini mengambil materi “Rahasia Mudah Menulis dan
Menerbitkan Buku”. Sepertinya Bu Ovi memang sangat pawai dalam berpantun,
terbukti dengan tebaran pantun di awal acara yang membuat kita terpesona dengan
untaian kata yang begitu indah dirangkainya.
Narasumber pertemuan ini bernama Rita Wati. Seorang guru dengan segudang aktivitas, blogger, penulis, kurator, moderator, narasumber, dan juga youtuber. Beliau lahir di Tanjung Pinang pada tahun 1982, mengambil Pendidikan S1 di Yogyakarta, dan sekarang menetap di Pulau Bali, Pulau Dewata. Saat ini beliau sedang menempuh S2 Magister Teknik Informatika di Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Membaca profil narasumber malam
ini, dapat kita lihat bahwa bu Ritta adalah seorang pribadi dengan beragam
karya dan prestasi yang banyak sekali. Beliau juga merupakan Alumni Belajar
Menulis PGRI Gelombang 10. Untuk lebih mengenal Cikgu Rita, silahkan masuk ke
link https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html.
Cikgu Rita bercerita bahwa
prestasi yang beliau raih di Tingkat Nasional dimulai pada tahun 2020, yaitu
ketika pandemi datang, ketika beliau mengenal kelas BM. Dari yang berawal hanya
dari guru biasa, hingga membuahkan hasil berupa karya buku. Bisa duet bareng
Prof.Richardus Eko Indrajit dan meraih juara blog dan Guru Inspiratif Terbaik
Kemendikbudristek tahun 2021 dan menjadi salah satu guru dari 160 guru dari
Indonesia, Malaysia, Philipina dan Thailand mengikuti AILCoB ICT Virtual
Training yang diselenggarakan oleh Institute of APEC Collaborator
Educational (IACE) yang bekerjasama antara Kemendikbud dan Kementrian
Pendidikan Korea Selatan. Dalam kegiatan bersama 5 negara tersebut beliau tidak
saja sebagai participant tapi mendapatkan kehormatan untuk menjadi Speaker
di acara penutupan pada tanggal 26 Agustus yang lalu.
Dari guru biasa menjadi guru yang
luar biasa, dan salah satunya karena mengikuti kelas BM PGRI yang diprakarsai
Om Jay. Kisah yang sangat inspiratif dan motivatif bagi kita semua, terutama
peserta belajar menulis. Kalau Bu Rita bisa, kita juga bisa bukan?
Cikgu Rita mengawali materi dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta tentang bagaimana perasaan menjadi penulis pemula. Kesulitan yang dialami di antaranya susah ide, miskin kosakata, sulit merangkai kata, menunda-nunda, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, bingung mulai dari mana, dan merasa tulisannya tidak dibaca.
Mengatasi kesulutan-kesulitan tersebut Cikgu Rita menuliskan
trik untuk mengatasinya di blog nya http://www.ritapinang.my.id/2021/07/membongkar-rahasia-menulis.html.
Di situ disebutkan bahwa cara mengatasi kesulitan bagi yang merasa kesulitan menulis adalah dengan membaca
dan menulis.
Masih menurut cikgu
milenial kita, untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis adalah
banyak-banyak membaca, sehingga kita akan menemukan ide untuk menulis. Membaca itu tidak mesti harus membaca buku akan tetapi membaca
kejadian misalkan kita mengalami suatu peristiwa yang bahagia atau sedih
kemudian dituangkan kedalam tulisan maka kita sudah berlatih menjadi seorang
penulis. Jika nanti ketika sudah terbiasa menulis tulisan tersebut bisa kita arahkan
kedalam bentuk cerpen ataupun novel.
Selanjutnya Cikgu Rita memaparkan rahasia menulis dan menerbitkan
buku dan berprestasi. Yang pertama kita tentukan dulu apa tujuan/ motivasi kita
menulis, apakah hanya sekadar mau belajar, hobi, atau karena keterpaksaan salah satu
persyaratan naik pangkat, bisa jadi
karena ingin mendapatkan uang. Semua motivasi yang beliau sebutkan baik tidak
ada salahnya
Setelah menentukan motivasi hal selanjutnya adalah kita mulai menulis,
menulis apa saja yang ada di dalam pikiran kita, bisa tentang lingkungan sekitar,
tentang siswa, tentang binatang kesayangan, hal-hal yang kita senangi atau
kuasai. Langkah selanjutnya yaitu tuangkan semua ide yang ada, ‘tunda dulu’
untuk mengedit, tuntaskan semua ide dalam tulisan hingga selesai.
Kita juga harus berlatih menulis setiap hari, dimulai dari 100
kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi
menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa
menulis 1000 kata perhari. Lakukan setiap hari. Setelah semua terbiasa
mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep atau TOC (table of content) jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan
sebuah buku.
Selanjutnya mulailah join menulis Buku Antologi (Hal ini
bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri
menjadi seorang penulis). Jika sudah terbiasa menulis maka mulailah
mengikuti perlombaan menulis apa itu puisi, cerpen essay, karya ilmiah, lomba
blog dan lain lain. Awal-awal kalah tidak masalah, semua berawal dari kekalahan,
yang pasti jangan pernah menyerah karena banyak pembelajaran yang akan kita
dapati kalau kita selalu memperhatikan tulisan para pemenang.
Selanjutnya agar tulisan kita menjadi lebih berkualitas, enak dibaca kita
harus memperhatikan kaidah-kaidah dasar penulisan.
Berdasarkan pengalaman beliau menjadi kurator/editor untuk
penulis pemula, berikut kesalahan-kesalahan dasar yang sering muncul :
1. Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak
tepat (bisa jadi terburu-buru dalam menulis)
2. Paragraf Panjang-panjang (usahakan paragraf tidak
melebihi 10 kalimat dalam 1 paragraf)
3. Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma,
titik dua, setrip-tanda petik dsb)
4. Kata baku. (bisa install KBBI V)
5. Penggunaan kata yang tidak efektif
6. Penggunaan istilah asing yang sering keliru
7. Penggunaan kata depan di yang sering keliru
dipisah atau disambung
Masih menurut beliau, sebenarnya itu adalah kesalahan dasar saja
tapi sebaiknya jika kita sedang menulis tuangkan saja semua ide sampai selesai,
setelah itu baru dibaca ulang dan lakukan pengeditan. Sebagai contoh:
1.
Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat
Contoh : Saya sedang membaca
2.
Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan
Contoh : Rita Wati, Raden Ajeng
Kartini
3.
Huruf
kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung
Contoh : “Ayo! kita pulang Bu,” rengek Joni pada ibunya
Cikgu Rita menambahkan, ketika kita menulis materi yang kita kuasai
dan disenangi maka hasilnya jauh lebih baik. Beliau mengakhiri materi dengan
ungkapan yang menjadi motivasi beliau sejak mengenal tulisan dari Ibu kita
Kartini. Nothing is impposible in this world what we look upon today
tomorrow may be accomplished fact.
Demikian resume materi hari ini. Semoga menginspirasi dan menjadi motivasi bagi kita, untuk bisa menulis dan meraih prestasi. Terima kasih untuk ibu narasumber yang sangat luar biasa.



Tetap semangat
BalasHapusTerima kasih
HapusKeren bu resumenya
BalasHapusTerima kasih Bu
HapusSudah bagus resumenya
BalasHapusBahasa mengalir
Terima kasih