Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

 Judul : Belajar Menulis PGRI

Resume ke: 4

Gelombang : 27

Tanggal : 29 Agustus 2022

Tema : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Narasumber: Aam Nurhasanah, S.Pd.

Moderator: Rosminiyati

 




Tidak terasa, hari ini sudah memasuki pertemuan ke-4 belajar menulis Bersama PGRI. Kelas dipandu oleh moderator senior nan handal, Ibu Rosminiyati. Beliau adalah seorang guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, alumnus Pelatihan Belajar  Menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 19 (Juli - September 2021). Di usia beliau yang sudah 52 tahun, dan tentu di tengah kesibukan yang padat, jujur saya cukup salut dengan keaktifannya dalam kegiatan kepenulisan.

 

Narasumber malam ini adalah seorang guru SMP Negeri Satu Atap 4 Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Beliau adalah Ibu Aam Nurhanah S. Pd, seorang guru yang cerdas, berbakat, inspiratif, dan selalu ceria dengan profesi tambahan sebagai blogger, narasumber, moderator, kurator, dan editor yang selalu naik kelas dan pastinya telah mengukir banyak prestasi. Ketika membaca bionarasi dari beliau di tautan https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html, bisa kita lihat bahwa di usia beliau yang masih tergolong muda, begitu banyak karya dan prestasi yang sudah berhasil beliau raih. Dapat kita lihat juga bahwa Bu Aam adalah seorang yang pantang menyerah, terbukti dengan kesungguhan dan usahanya untuk menyampaikan materi dalam kegiatan malam ini, bahkan dalam kondisi yang susah sinyal sekalipun.

 

Beliau mengawali pemaparan materi dengan kisahnya yang sempat gagal ketika menjadi peserta kelas menulis di Gelombang 8, karena beliau tidak bisa menyelesaikan tugas resume dengan baik. Namun, kegagalan tidak membuat Bu Aam menyerah. Beliau pupuk kembali api semangat dan mencoba mengulang kelas di BM 12, hingga akhirnya bertemu dengan  narasumber hebat Ibu Sri Sugiastuti atau akrab disapa Bu Kanjeng di pertemuan ke-2 dan mengajak semua para peserta menulis buku antologi dan mengukir karya untuk yang pertama kalinya.

 

Dari seorang blogger dan peserta yang gagal di BM 8, maka lahirlah buku antologi pertama yang berjudul SEMANGAT MENULIS BERSAMA BU KANJENG. Menurut Bu Aam, buku ini adalah buku paling bersejarah, karena namanya ada di urutan pertama dari 42 peserta yang berasal dari seluruh nusantara. Motivasi menulis makin berkibar, begitupun semangat beliau untuk menyelesaikan tugas resume hingga akhirnya lulus dari BM 12.

 


Usai lulus BM 12, lahirlah buku solo perdana Bu Aam pun lahir dengan judul MENGUKIR MIMPI JADI PENULIS HEBAT. Buku ini lahir dari sebuah mimpi ingin menulis hingga seribu buku. Bermimpilah dahulu, jangan takut untuk bermimpi. Wujudkanlah mimpimu, dan akhirnya menjelmalah buku solo  pertama beliau.

 

Setelah buku solo perdana beliau lahir, Bu Aam mengabdikan diri sebagai tim Omjay dan bertugas sebagai moderator. Ketika beliau menjadi peserta BM 8, kekaguman pada moderator Ibu Fatimah dan Mr. Bams yang selalu memandu kelas, membuat beliau makin semangat dan ingin mencoba profesi tersebut. Berangkat dari pengalaman tersebut maka lahirlah buku solo kedua Bu Aam yang berjudul KUNCI SUKSES MENJADI MODERATOR ONLINE.

 

Tidak puas dengan profesi moderator, beliau ditawari menjadi kurator oleh Bu Kanjeng. Tugas kurator adalah menghimpun beberapa naskah para peserta BELAJAR MENULIS untuk disatukan menjadi karya buku antologi. Berikut adalah judul buku-buku alumni BM sebelumnya yaitu : Writing is My Passion, Panduan Belajar Menulis Writing is My Passion, The Power of Silaturahmi Writing, dan Jejak Digital Motivator Handal.

 

Setelah menjalani pengalaman menjadi moderator dan kurator kelas menulis, beliau kembali mengasah keterampilan menulis dengan mengikuti lomba blog PGRI dengan ketentuan lomba menulis tanpa jeda sejak tanggal 1-28 Februari 2021. Berkat kerja keras dan usaha beliau, Bu Aam mampu mendapatkan juara 1 lomba blog PGRI Tingkat Nasional, Maret 2021.

 

Prestasi ini membuat ide lahirnya buku solo ke-3 yang diberi judul "BLOGGER INSPIRATIF" dengan harapan yang membaca buku ke-3 beliau bisa terinspirasi untuk menulis pengalaman terbaiknya dan dikemas menjadi buku. Selanjutnya karya-karya beliau terus bermunculan, yang mengantarkan beliau bisa naik kelas dan mencapai kesuksesan. Kegagalan sekali tak membuat beliau patah  hati, tapi justru menjadi cambuk penyemangat dan akhirnya meraih keberhasilan berkali-kali. 

                                

Di sesi tanya jawab, ada peserta yang bertanya kepada Bu Aam, apakah ada kendala atau hambatan di balik segudang prestasi yang diraih, dan bagaimana cara mengatasinya. Bu Aam menjelaskan, selama ini kendala yang sering beliau alami adalah management waktu. Beliau mengatasinya dengan membuat skala prioritas. Datalah semua pekerjakan, dahulukan yang urgent atau penting, karena semua pekerjaan pasti punya deadline yang berbeda.

Selain itu, usahakan luangkan waktu untuk menulis, jangan menunggu waktu luang. Ketika ada kendala sinyal, jangan jadikan hambatan, tapi nikmati saja. Karena Allah punya rencana yang indah, setelah sinyal muncul kembali. Ketika suatu saat rasa bosan menghampiri kita, berhentilah sejenak. Cari hiburan, misanya dengan merajut, menyanyi, wisata kuliner, atau wisata cuci mata, sehingga otak kita menjadi segar Kembali.

 

Demikian resume materi belajar menulis malam ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah yang disampaikan Bu Aam, dan percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Seperti sebuah kalimat bijak, “Ketika kita menyerah menghentikan langkah, ketika harapan dan impian sirna. Itulah kegagalan yang sebenarnya.”.

 

Terima kasih. Salam literasi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku

Menulis Semudah Ceplok Telor

Menulis Cerita Fiksi itu Mudah